Beragam Bentuk Dan Harga Konblok Yang Populer Di Indonesia

No Comments

Beragam Bentuk Dan Harga Konblok

Masyarakat Indonesia mungkin banyak mengenal konblok sebagai paving blok. Ini merupakan salah satu jenis material bangunan yang terdiri dari campuran beton. Konblok memiliki beragam bentuk. Tak hanya bentuknya yang beragam, harga konblok juga bermacam-macam.

Di antara sekian banyak bentuk konblok, ada beberapa bentuk konblok yang cukup populer di Indonesia. Mungkin bentuk-bentuk ini cukup familiar dan sering ditemui di beberapa tempat. Lalu ada bentuk konblok apa saja? Lebih lengkapnya akan di bahas di bawah ini.

Inilah Ragam Bentuk Konblok yang Banyak Digunakan

Memang konblok memiliki beragam bentuk yang biasanya disesuaikan dengan kebutuhan. Namun, di Indonesia sendiri ada beberapa bentuk konblok yang cukup populer. Berikut ini adalah beberapa di antaranya.

1. Hexagon

Bentuk konblok pertama yang akan di bahas adalah konblok hexagon. Konblok yang satu ini memiliki enam sisi. Ini mungkin biasa dilihat di taman-taman bahkan di jalan depan perumahan. Memang bentuk yang satu ini menjadi bentuk konblok yang cukup populer di gunakan di Indonesia.

Umumnya konblok jenis ini memiliki ukuran 20 x 20 cm. Sedangkan untuk ketebalannya bervariasi, mulai dari 6 cm, 8 cm serta 10 cm. Untuk setiap meter persegi jumlah yang dibutuhkan menutupinya adalah kurang lebih sekitar 27 buah konblok hexagon.

2. Grassblock

Selanjutnya akan dibahas mengenai konblok yang mungkin banyak digunakan di taman-taman kota atau taman-taman lainnya. Konblok yang dimaksud adalah grassblock. Bentuk konblok ini sendiri tidak ‘utuh’ melainkan memiliki lubang-lubang berbentuk belah ketupat.

Secara umum ada dua tipe grassblok. Untuk tipe yang pertama adalah L5 dengan ukuran mencapai 40 x 40 cm, lalu untuk ketebalannya sendiri mencapai 8 cm. Sedangkan tipe kedua adalah L8 dimana ukuran yang dimiliki adalah 30 x 45 cm. Ketebalan untuk tipe kedua terbagi menjadi dua jenis, yang peertama adalah 6 cm sedangkan yang kedua adalah 8 cm.

3. Trihek

Sering melihat konblok yang berbentuk segitiga? Nah itulah yang dinamakan dengan konblok trihek. Konblok yang satu ini merupakan jenis konblok yang memiliki tiga buah ‘sisi’. Meski memang bentuknya tidak segitiga, namun ketiga sisi inilah yang membuatnya sering disebut konblok segitiga.

Umumnya konblok ini memiliki ukuran 19,7 x 9,6 cm. Ketebalannya pun bervariasi mulai dari 6 sampai dengan 10 cm. Konblok trihek merupakan salah satu konblok yang cukup rumit saat di pasang. Ini tentu saja berkaitan dengan model yang dimilikinya. Inilah yang membuat model ini seringkali dipasang hanya dengan satu pola saja.

4. Cacing

Model konblok berbentuk batu bata bergerigi mungkin juga sudah banyak ditemui. Konblok yang satu ini biasa dikenal dengan nama, konblok unipave. Ukuran yang dimilikinya adalah 11,5 x 22,5 cm. Untuk ketebalannya bermacam-macam mulai dari 6, 8 dan 10 cm.

Konblok jenis cacing cukup mudah untuk dipasang. Model pemasangannya sendiri hampir sama dengan model pemasangan batu bata. Namun, sayangnya konblok ini umumnya tidak dapat dipadukan dengan beragam tipe konblok lainnya.

5. Bata

Konblok bata menjadi konblok yang paling umum untuk digunakan. Jenis konblok yang satu ini biasa ditemukan dibanyak tempat. Untuk ukuran yang dimiliki konblok ini adalah 10,5 x 21 cm. Lalu ketebalannya hampir sama dengan konblok lain, yaitu 6, 8 dan 10 cm.

Konblok ini memiliki variasi warna beragam. Mulai dari abu-abu, hitam sampai dengan merah. Selain itu konblok ini juga dapat dipasang dengan model beragam dan dapat divariasikan dengan model konblok lainnya.

Harga Konblok di Indonesia

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya jika selain bentuk, harga paving blok (konblok) di Indonesia beragam. Biasanya material bangunan ini dijual dengan harga permeter. Untuk harga permeternya sendiri beragam mulai dari Rp. 110.000 sampai dengan Rp. 170.000, semua tergantung model sampai dengan warna yang dipilih.

Itulah beragam bentuk dan harga konblok yang biasa digunakan di Indonesia. Ternyata ada banyak bentuk konblok ya? Jadi tertarik untuk menggunakan yang mana?

Categories: Konstruksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *